Blog

view:  full / summary

Apus darah

Posted by biologiuns on July 2, 2009 at 10:13 AM Comments comments (1)
Metode pembuatan preparat ini, dilakukan dengan jalan mengoleskan atau membuat film dari zat cair (darah) diatas gelas benda yang bersih dan bebas lemak. pembuatan preparat ini bertujuan untung mempelajari sitologi.
Ada beberapa tahapan proses pembutan apus darah :
  •  Pengambian darah : Probandus yang akan diambil darahnya, jari tenggah diberi alkohol (disinfektan), kemudian darah pertama-kedua dibuang dulu (karena mengandung cairan darah).
  • Pengolesan ke gelas benda : darah ketiga kemudian di oleskan ke gelas benda yang besih, kemudian dengan menggunakan gelas benda yang lain, darah yag diatas gelas baenda satunya diratakan (kemiringan sudut 45 derajad, agar jaringan darah tidak rusak)
  • Fiksasi : Film yang terbentuk kemudian di fiksasi menggunakan metil alkohol.
  • Pewarnaan : setelah difiksasi kemudian dibei zat warna Giemsa 3% (metode Romonowsky) selama 25 menit, keudian dicuci dengan aquadest mendidih untuk menghilangkan zat pewarna yang masih tertinggal
Gambaran hasil pewarnaan apus darah mata kuliah Mikroteknik Hewan

KANKER PAYUDARA

Posted by biologiuns on April 27, 2009 at 1:48 PM Comments comments (0)
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian pada wanita di berbagai belahan dunia yang disebabkan metastasis (Meiyanto et al., 2006). Kanker payudara merupakan keganasan yang paling banyak ditemukan (20%) dari seluruh kanker dan cenderung menjadi salah satu penyebab kematian utama dalam usia produktif. Penyebab dari kanker tersebut adalah faktor lingkungan, genetik (keturunan) dan hormon, namun pertumbuhan dan perkembangannya bergantung pada faktor hormonal, terutama hormon estrogen (Tianing et al., 2002).

Kanker merupakan penyakit yang terjadi karena akumulasi atau penumpukan kerusakan sel dalam tubuh (Nurlaila dan Hadi, 2008). Diduga penyebab terjadinya kanker payudara tidak terlepas dari menurunnya atau mutasi dari aktifitas gen tumor supresor atau sering disebut dengan gen p53. Meskipun gen p53 mutan umumnya terjadi pada kanker payudara berat, namun hanya sedikit yang dapat diidentifikasi pada kanker payudara berat in situ (kanker payudara intraduktal). Terbukti bahwa gen supresor p53 pada penderita kanker payudara telah mengalami mutasi sehingga tidak bekerja sebagaimana fungsinya. Mutasi gen p53 menyebabkan terjadinya penurunan mekanisme apoptosis sel. Hal inilah yang menyebabkan munculnya kanker pada tubuh dan pertumbuhan sel yang menjadi tidak terkendali (Qualiyah, 2007).

Gambar. Mutasi gen p53 dapat mnyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali ( Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} http://www.wellesley.edu/chemistry/Chem 101/dna-viruses/adeno-p53.gif)

Pada tahun 2007, the American Cancer Society (ACS) memperkirakan hampir 178.000 perempuan akan terdiagnosis kanker payudara. Di Indonesia jumlah penderita kanker payudara menduduki tingkat kedua setelah kanker mulut rahim (Conectique, 2008).

Dafpus :
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

KANKER PAYUDARA

Posted by biologiuns on April 27, 2009 at 1:48 PM Comments comments (2)
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian pada wanita di berbagai belahan dunia yang disebabkan metastasis (Meiyanto et al., 2006). Kanker payudara merupakan keganasan yang paling banyak ditemukan (20%) dari seluruh kanker dan cenderung menjadi salah satu penyebab kematian utama dalam usia produktif. Penyebab dari kanker tersebut adalah faktor lingkungan, genetik (keturunan) dan hormon, namun pertumbuhan dan perkembangannya bergantung pada faktor hormonal, terutama hormon estrogen (Tianing et al., 2002).

Kanker merupakan penyakit yang terjadi karena akumulasi atau penumpukan kerusakan sel dalam tubuh (Nurlaila dan Hadi, 2008). Diduga penyebab terjadinya kanker payudara tidak terlepas dari menurunnya atau mutasi dari aktifitas gen tumor supresor atau sering disebut dengan gen p53. Meskipun gen p53 mutan umumnya terjadi pada kanker payudara berat, namun hanya sedikit yang dapat diidentifikasi pada kanker payudara berat in situ (kanker payudara intraduktal). Terbukti bahwa gen supresor p53 pada penderita kanker payudara telah mengalami mutasi sehingga tidak bekerja sebagaimana fungsinya. Mutasi gen p53 menyebabkan terjadinya penurunan mekanisme apoptosis sel. Hal inilah yang menyebabkan munculnya kanker pada tubuh dan pertumbuhan sel yang menjadi tidak terkendali (Qualiyah, 2007).

Gambar. Mutasi gen p53 dapat mnyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali ( Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} http://www.wellesley.edu/chemistry/Chem 101/dna-viruses/adeno-p53.gif)

Pada tahun 2007, the American Cancer Society (ACS) memperkirakan hampir 178.000 perempuan akan terdiagnosis kanker payudara. Di Indonesia jumlah penderita kanker payudara menduduki tingkat kedua setelah kanker mulut rahim (Conectique, 2008).

Dafpus :
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Transkripsi Biologi

Posted by biologiuns on July 19, 2008 at 7:55 AM Comments comments (2)
Normal 0 false false false /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

TRANSKRIPSI

PROKARIOTIK DAN EUKARIOTIK

 

 

Proses sintesis protein terbagi atas transkripsi dan translasi. Transkripsi adalah Penyalinan kode genetik dari DNA menjadi RNA dalam proses ekspresi genetik . Proses ini terutama dikendalikan oleh enzim RNA polimerase  Enzim RNA polimerase lengkap tersusun dari enzim inti dan faktor transkripsi. Enzim ini tersusun dari dua sub unit. RNA polimerase dapat menempel pada situs DNA secara spesifik karena adanya faktor sigma. Pada daerah penempelan, RNA polimerase ini utas ganda DNA terurai menjadi utas tunggal. RNA diproduksi dengan menggunakan template/anti-sense/non-coding strand. Seperti kita ketahui DNA sebagai media untuk proses transkripsi suatu gen berada di kromosom dan terikat oleh protein histon. Saat menjelang proses transkripsi berjalan, biasanya didahului signal dari luar akan kebutuhan suatu protein atau molekul lain yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan, perkembangan, metabolisme, dan fungsi lain di tingkat sel maupun jaringan. Kemudian RNA polymerase II akan mendatangi daerah regulator element dari gen yang akan  ditranskripsi. Kemudian RNA polymerase ini akan menempel (binding) di daerah promoter spesifik dari gene yang akan disintesis proteinnya, daerah promoter ini merupakan daerah consesus sequences, pada urutan -10 dan -35 dari titik inisiasi (+1) yang mengandung urutan TATA-Box sebagai basal promoter. Setelah itu, polimerase ini akan membuka titik inisiasi (kodon ATG) dari gene tersebut dan mengkopi semua informasi secara utuh baik daerah exon maupun intron, dalam bentuk molekul immature mRNA (messenger RNA Kemudian immature mRNA ini diolah pada proses splicing dengan menggunakan smallnuclearRNA (snRNA) complex yang akan memotong hanya daerah intron, dan semua exon akan disambungkan menjadi satu urutan gen utuh tanpa non-coding area dan disebut sebagai mature mRNA


Rss_feed